Laporan Praktikum Modul III Elektronika
Nama : Muhammad Jefri Benago
NIM: 2410952034
kelompok: 5
Tanggal praktikum: 23 September 2025
Asisten Praktikum:
- Muhammad Aulia Jabbar
- Rahmanda Husein
Jurnal Praktikum Operational Amplifier dan Filter
1. Inverting Amplifier
Rf(kΩ) | Vi(V) | Hitung gain | Vout | Bentuk gelombang |
20 | 1,71 | -2 | -3,469 | |
50 | 1,71 | -5 | -8,24 | |
80 | 1,71 | -8 | -9,64 |
2. komparator
V1(V) | V2(V) | Vout |
3,05 | 1,06 | -9,99 |
1,06 | 3,05 | 11,28 |
3. LPF -20dB
Frekuensi | Vin | Vout | Grafik sinyal |
100Hz | 1,762 | 1,479 | |
500Hz | 1,762 | 0,518 | |
1000Hz | 1,762 | 0,264 |
HPF +40 dB
Frekuensi | Vin | Vout | Grafik Sinyal |
100Hz | 1,762 | 0,542 | |
500 Hz | 1,762 | 1,602 | |
1000 Hz | 1,762 | 7,10 |
1. inverting amplifier
a. susun rangkaian seperti pada gambar 3.6
gambar 3.6 rangkaian inverting amplifier
b. hubungkan function generator dan osiloskop ke rangkaian inverting amplifier
c. hidupkan osiloskop dan function generatr
d. ukur nilai tegangan keluaran dari inverting amplifier
e. catat hasil tegangan keluaran ke jurnal yang telah disediakan
2. Komparator Amplifier
a. susun rangkaian seperti pada gambar 3.7
1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian Inverting Amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan.
Jawab:
Pada percobaan inverting amplifier diperoleh hasil bahwa keluaran memiliki fase terbalik 180° terhadap input dengan besar tegangan output yang sebanding dengan perbandingan resistor Rf/Rin. Saat Rf=20 kΩ, diperoleh Vout ≈ 3,56 V, pada Rf=50 kΩ diperoleh Vout ≈ 8,84 V, dan pada Rf=80 kΩ diperoleh Vout ≈ 13,21 V. Nilai ini sesuai dengan perhitungan teoritis dengan deviasi kecil sekitar 3–4%, yang disebabkan oleh faktor non-ideal op-amp, toleransi resistor, serta keterbatasan alat ukur. Hal ini menunjukkan prinsip kerja rangkaian inverting amplifier, yaitu menghasilkan penguatan terbalik sesuai rumus Vout = Av x Vin.
2. Apa yang terjadi jika input komparator mendekati sama dengan tegangan referensi? Apakah output stabil atau terdapat ketidakpastian (chattering)? Jelaskan berdasarkan hasil percobaan.
Jawab:
Hasil percobaan comparator menunjukkan bahwa ketika V1>V2, output turun ke saturasi negatif (sekitar −10,05 V), sedangkan ketika V1<V2, output naik ke saturasi positif (sekitar +11,32 V). Hal ini sesuai dengan prinsip kerja comparator, yaitu membandingkan dua tegangan masukan. Namun, ketika tegangan input mendekati sama dengan tegangan referensi, output menjadi tidak stabil karena noise dan keterbatasan kecepatan switching, sehingga berpotensi menimbulkan chattering.
3. Bagaimana perbandingan antara nilai perhitungan dengan pengukuran dan jika terjadi perbedaan berikan alasannya.
Jawab:
Secara umum hasil pengukuran memiliki kecenderungan yang sama dengan hasil perhitungan, meskipun terdapat perbedaan kecil. Perbedaan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor praktis seperti toleransi komponen, keterbatasan op-amp yang tidak ideal, efek saturasi terhadap catu daya, serta akurasi alat ukur. Dengan demikian, hasil pengukuran dapat dikatakan valid karena masih berada dalam batas kesalahan eksperimen.
4. Analisa prinsip kerja dari LPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.
Jawab:
Percobaan LPF menunjukkan bahwa pada frekuensi rendah (100 Hz) sinyal keluaran relatif besar dengan Vout =1,465V, sedangkan pada frekuensi menengah (500 Hz) dan tinggi (1000 Hz), sinyal keluaran menurun drastis menjadi masing-masing 0,513 V dan 0,262 V. Hal ini menunjukkan bahwa LPF melewatkan sinyal frekuensi rendah dan meredam sinyal frekuensi tinggi dengan slope sekitar −20 dB/decade. Dari data yang diperoleh, frekuensi cut-off diperkirakan berada di sekitar 150 Hz. Bentuk gelombang osiloskop juga memperlihatkan pergeseran fase pada frekuensi yang lebih tinggi.
5. Analisa prinsip kerja dari HPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.
Jawab:
Pada percobaan HPF, sinyal frekuensi rendah (100 Hz) teredam cukup besar dengan Vout =0,537V, sedangkan pada frekuensi 500 Hz keluaran meningkat menjadi 1,585 V dan pada 1000 Hz sekitar 1,224 V. Hal ini menunjukkan bahwa HPF menahan sinyal frekuensi rendah dan melewatkan sinyal frekuensi tinggi. Frekuensi cut-off diperkirakan berada pada rentang 200–300 Hz. Bentuk gelombang hasil percobaan sesuai dengan teori, di mana amplitudo sinyal rendah diredam, sementara sinyal tinggi dapat lewat dengan baik.
Video Rangkaian Kondisi [Download]
Video Percobaan 1 [Download]
Video Percobaan 2 [Download]
Video Percobaan 3 [Download]
Video Percobaan 4 [Download]
Komentar
Posting Komentar